Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HeadlineNesia.Com
+Gabung
JAKARTA – Di saat sejumlah lembaga keuangan internasional kompak memangkas proyeksi ekonomi Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto justru menyampaikan optimisme. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional bisa menyentuh hampir 7% pada akhir tahun 2025.
Dalam forum Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) yang digelar secara virtual, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia menunjukkan performa kuat.
“Pakar saya mengatakan bahwa pada semester pertama ini, pertumbuhan ekonomi kita lebih dari 5%. Bahkan bisa hampir 7% di akhir tahun ini,” ujarnya, dikutip Sabtu (21/6/2025).
Pernyataan ini datang bersamaan dengan laporan dari lembaga-lembaga seperti Bloomberg dan IMF yang menurunkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi RI akibat tekanan global dan ketidakpastian geopolitik.
Prabowo Dorong Model Ekonomi Seimbang: Kapitalisme + Intervensi Negara
Prabowo menyampaikan kritik terhadap model ekonomi yang terlalu kapitalistik dan berpihak pada segelintir elite. Ia menilai bahwa sistem laissez-faire yang dianut selama ini telah menciptakan ketimpangan.
“Kapitalisme memberikan inovasi dan inisiatif. Tapi kita juga perlu campur tangan negara untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan,” jelasnya.
